TES JAWAB SINGKAT FILSAFAT
Filfasat merupakan ilmu yang mencakup aturan-aturan atau norma dalam kehidupan sehari-hari. Dalam filsafat kita belajar banyak hal yang ada di dunia ini yang meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Dari yang ada dan yang mungkin ada tersebut, kita membangun dunia salah satunya dunia dalam pikiran. Dunia dalam pikiran membawa kita untuk berpikir kritis, relatif dan inovatif. Berpikir merupakan karakteristik dalam filsafat yang meliputi berpikir intensif (dalam sedalam-dalamnya) dan berpikir ekstensif (luas seluas-luasnya). Pencapaian yang tertinggi dalam filsafat adalah refleksi diri. Ini dilakukan agar terhindar dari kesombongan kita dalam berfilsafat dan memotivasi kita untuk terus berfilsafat.
Salah satu bentuk refleksi diri yang bisa dilakukan adalah dengan merefleksikan jawaban-jawaban dari pertanyaan filsafat. Pada perkuliahan filsafat minggu kemarin, saya mengikuti tes jawab singkat yang rutin dilakukan pada perkuliahan filsafat ini. Hasil yang saya peroleh dari tes tersebut belumlah memuaskan. Oleh karena itu saya ingin merefleksikan apa yang saya ketahui dari tes jawab singkat tersebut.
Yang pertama yaitu tentang pendidikan karakter. Pendidikan karakter sangat diperlukan pada pembelajaran di sekolah-sekolah. Dengan pendidikan karakter, maka guru akan lebih mengetahui tentang karakteristik dari peserta didiknya. Setiap siswa mempunyai karakter yang berbeda-beda sehingga guru dituntut harus memahami karakter dari masing-masing siswanya. Dengan demikian proses belajar mengajar akan berjalan efektif dan efisien. Pendidikan karakter juga memberikan dampak yang positif bagi perkembangna pendidikan di Indonesia. Seseorang yang mempunyai karakter baik akan bermanfaat bagi pribadinya untuk kehidupan yang akan datang. Bagi negara, ia akan menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai pengetahuan dan sikap yang bagus sehingga ia dapat memajukan bangsanya di mata dunia. Pendidikan karakter dalam matematika mempunyai aspek pemahaman tentang hakikat matematika, hakekat matematika sekolah, hakekat pendidikan matematika, hakekat nilai matematika, hakekat belajar matematika, hakekat proses belajar mengajar matematika dan hakekat pembudayaan matematika sekolah.
Aspek dalam pendidikan karakter meliputi material, formal, normatif dan spiritual. Aspek material berhubungan dengan hakekatnya adalah materi, sebagai contoh benda-benda konkret, gambar atau model bangun ruang, lambang, dll. Sedangkan dalam obyek formal yang terpenting adalah nilai dari suatu bilangan itu. Secara normatif, maka bilangan brmakna intensif dan ekstensif. Inilah kaitan normatif dengan pendidikan karakter. Terakhir yaitu spiritual yang berhubungan dengan hati. Jika bilangan ada di dalam hati kita, maka kita berada pada dimensi spiritual dari pendidikan karakter ini.
Dalam forum tanya jawab tema hantu dan kematian di kelas RSBI, Casablanca adalah hantu di kelas RSBI tersebut. Mereka memilih tema hantu untuk ruangan kelasnya, karena merasa sudah bosan dengan hal-hal yang demikian. Mereka ingin suasana yang berbada agar proses belajar mengajarnya lebih intensif. Mungkin mereka mempunyai alasan tersendiri mengapa memilih tema hantu dalam kelasnya. Menurut sebagian orang, tema hantu memberikan kesan yang mengerikan, namun lain halnya dengan kelas RSBI tersebut.
Pengembaraan filsafat dapat dilakukan dengan perjalanan imajiner. Perjalanan filsafat imajiner ada kapanpun dan dimanapun kecuali kita sedang tidur. Jadi setiap kegiatan yang kita lakukan dapat dikatakan sebagai perjalanan imajiner. Kata imajiner mirip dengan imajinasi. Imajinasi merupakan khayalan atau dapat dikatakan sebagai angan-angan. Perjalanan filsafat imajiner menggambarkan tentang sesuatu yang ada dalam angan-angan. ia berada dalam pikiran yang diwujudkan dalam berpikir intensif (sedalam-dalamnya) dan ekstensif (seluas-luasnya).
Ruang lingkup dalam filsafat adalah ruang dan waktu. Ruang menggambarkan tempat dimana kita berpikir kritis, berpikir intensif dan ekstensif, menterjemahkan dan diterjemahkan dalam dunia filsafat. Contohnya, bangun datar dan bangun ruang (misal: kubus, limas, dll). Sedangkan waktu berkaitan dengan kapan kita berpikir dalam rentang waktu yang lalu, sekarang dan yang akan datang.
Pada forum tanya jawab menemukan bahwa filsafat adalah diriku, dapat saya jabarkan bahwa filsafat merupakan sebuah pola pikir atau olah pikir. Sedangkan berfilsafat adalah berpikir dalam koridor spiritual, etik dan estetika. Dari kedua ilustrasi di atas, semuanya bersumber dari pikiran. apa yang aku pikirkan itulah duniaku, yaitu dunia filsafatku. maka filsafatku tidak lain adalah diriku sendiri.
Menemukan dunia adalah bahasa terdapat dalam forum tanya jawab filsafat. Bahasa sebagai alat penghubung dalam komunikasi. Bahasa sangatlah penting dalam kehidupaan sehari-hari. Dalam filsafat, bahasa yang digunakan adalah bahasa analog. Bahasa analog digunakan karena apa yang ada dalam filsafat biasanya dianalogkan dengan suatu hal. Unsur dasar pembentuk bahasa adalah subyek dan predikat. Subyek dapat diartikan sebagai pelaku dan predikat berarti menerangkan tentang subyek tersebut.
Selain dunia adalah bahasa, dunia tidak lain tidak bukan adalah pikiranku sendiri. Inilah yang dikatakan dalam forum tanya jawab. Menurut Immanuel Kant, jika kita ingin melihat dunia, maka tengoklah ke dalam pikiranku. Bersumber dari pemikiran Kant, maka dapat disimpulkan bahwa dunia adalah pikiranku. Yang ada dan yang mungkin ada merupakan obyek dalam filsafat yang keduanya berawal dari sebuah pemikiran. Dengan berpikir intensif dan ekstensif, kita dapat melihat dunia, kita juga dapat membangun dunia kita dalam filsafat. Apa yang kita pikirkan, itulah dunia kita. Pikiran menghubungkan antara ada dan tidak ada.
Dalam filsafat untuk mendefinisikan apa itu filsafat tidaklah mudah. Apa itu filsafat?!! Ternyata diriku tidak mampu untuk menjawabnya, sebab cakupan dalam filsafat sangatlah luas yang meliputi yang ada dan yang mungkin ada. selain itu relatif terhadap ruang dan waktu. ilmu yang ku punya belumlah bisa untuk menjelaskan ilmuku, kata-kataku belumlah mampu untuk menjelaskan isi hatiku. Ini merupakan bukti bahwa ternyata pada akhirnya diriku tak mampu untuk mendefinisikan apa itu filsafat. Dan tak mampu mendefinisikan filsafat terjadi bila kita berpikir kritis.
Berfilsafat adalah belajar pikiran para filsuf. Dengan belajar dari pikiran para filsuf, kita akan lebih memahami filsafat yang ada. Kita tak mampu untuk mengetahui semua yang ada dalam filsafat, begitu juga dengan filsuf. Filsuf yang tidak mampu mengetahui apapun adalah Socrates.
Cita-cita orang berfilsafat adalah membangun dunia dan berpedoman pada unsur dasar ontologi, epistimologi dan aksiologi. Untuk membangun dunia dibutuhkan pikiran yang kritis dan kreatif yaitu aku ditambah aku atau bukan aku. Atau dengan kata lain separuh dunia ditambah separuh dunia yang lain.
Dalam forum tanya jawab, dikatakan bahwa orang yang paling seksi adalah Obama. Mengapa demikian? Karena Obama merupakan orang terpenting dalam pemerintahan di negara adi daya Amerika Serikat.
